Hasyim Djojohadikusumo Dorong Swasembada Kedelai Nasional dari Indramayu, Apresiasi Haji Mulyadi, Dedi Mulyadi dan Laksamana Mulyadi


Indramayu – Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim, Hasyim Djojohadikusumo, menegaskan pentingnya pengembangan budidaya kedelai nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor.

Hal tersebut disampaikan Hasyim saat menghadiri kegiatan penanaman kedelai dan penyerahan bantuan benih kepada koperasi petani di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, ia didampingi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, perwakilan Kementerian Pertanian, serta sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan sektor pertanian.

Hasyim mengatakan Indonesia selama puluhan tahun masih menjadi salah satu negara pengimpor kedelai terbesar di dunia. Kebutuhan kedelai nasional sebagian besar dipenuhi dari negara-negara produsen seperti Brasil, Argentina, dan Amerika Serikat, sehingga menimbulkan beban devisa yang cukup besar.

Menurutnya, pengembangan kedelai dalam negeri menjadi langkah strategis untuk mengurangi impor sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pangan berbasis kedelai seperti tempe dan tahu yang menjadi konsumsi masyarakat sehari-hari.

"Program ini merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional. Setelah keberhasilan meningkatkan produksi beras, kini pemerintah mendorong percepatan swasembada kedelai," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi capaian pemerintah dalam memperkuat cadangan pangan nasional. Menurutnya, keberhasilan peningkatan produksi beras merupakan salah satu pencapaian penting yang menjadi fondasi menuju kemandirian pangan Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Hasyim mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan perluasan areal tanam kedelai hingga mencapai satu juta hektare di berbagai daerah di Indonesia. Program tersebut akan didukung melalui penyediaan benih unggul dan pendampingan kepada petani.

Ia optimistis dalam beberapa tahun ke depan Indonesia dapat memenuhi kebutuhan kedelai secara mandiri, bahkan berpotensi menjadi negara pengekspor kedelai apabila produktivitas terus meningkat.

Selain pengembangan kedelai, Hasyim juga menyoroti pentingnya penggunaan benih unggul dan pupuk organik untuk meningkatkan hasil pertanian secara berkelanjutan. Menurutnya, pengembangan pertanian ramah lingkungan menjadi bagian dari strategi menghadapi tantangan perubahan iklim.

Ia menambahkan bahwa kedelai yang dikembangkan dalam program tersebut memiliki kualitas baik dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pangan, termasuk mendukung program pemenuhan gizi masyarakat.

Di akhir sambutannya, Hasyim mengapresiasi peran koperasi, pemerintah daerah, akademisi, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan pertanian di Indramayu. Ia berharap program tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Semoga upaya ini menjadi langkah awal menuju kemandirian kedelai nasional dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Indonesia," katanya.

Usai memberikan sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada kelompok masyarakat dan petani setempat serta sesi foto bersama para tamu undangan.

Posting Komentar

0 Komentar