JAKARTA – Upaya memperkuat ekosistem riset dan inovasi kesehatan dalam negeri mendapat perhatian serius dari berbagai pemangku kepentingan. Hal itu tercermin dalam pertemuan antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D, dengan jajaran IMI-RAHO Club yang berlangsung di ruang kerja kementerian, Senin pagi.
Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah tokoh yang terlibat dalam pengembangan riset dan inovasi kesehatan berbasis teknologi. Dari pihak IMI - RAHO Club hadir Prasetyo & Tung Hendra selaku Business Development & pimpinan Raho Premier didampingi Ir. Tintrim Rahayu, M.Si., yang menjabat sebagai sekretaris Inovasi Molekuler Indonesia (IMI) serta Kapten Sar selaku penggiat komunitas Gerakan Beli Indonesia dan network development Raho Club.

Salah satu topik yang mendapat perhatian adalah pengembangan teknologi Nano Bubble yang saat ini terus diteliti oleh para akademisi dan peneliti. Teknologi tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai bagian dari inovasi berbasis sains yang dapat mendukung kemajuan sektor kesehatan nasional.
Para peserta juga menekankan pentingnya dukungan terhadap riset dan pengembangan teknologi guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan. Dengan adanya kolaborasi yang lebih kuat, hasil penelitian diharapkan dapat lebih cepat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pendiri dan ketua RAHO Club, Kan Eddy, menyampaikan harapannya agar kerja sama antara komunitas riset, perguruan tinggi, dan pemerintah dapat terus diperluas. Menurutnya, inovasi kesehatan yang lahir dari penelitian lokal memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan bioteknologi dan layanan kesehatan di masa depan.


0 Komentar