Pada Kamis malam, 28 Agustus 2025, Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojol berusia 21 tahun yang sedang mengantar pesanan makanan, secara tragis dilindas oleh rantis Brimob jenis Barracuda di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Korban bukan bagian dari demonstrasi yang berlangsung di Gedung DPR, melainkan hanya kebetulan terjebak macet di lokasi. Ia sempat berhenti di pinggir jalan mencari jalur lain, namun rantis yang melaju kencang menghantam tubuhnya hingga tak tertolong.
Affan sempat dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Sosok Affan Kurniawan: Anak Muda Periang & Penopang Keluarga
Menurut wiki, Affan lahir tahun 2004 di Bandar Lampung dan tinggal di Menteng, Jakarta Pusat. Ia sempat bekerja sebagai satpam sebelum menjadi driver ojol, memilih pekerjaan itu demi membantu keluarganya yang tinggal bersama tujuh anggota keluarga dalam kondisi sederhana.
Rekan-rekannya mengenang Affan sebagai pribadi yang ceria, mudah bergaul, dan pekerja keras—“percaya,” kata Hafidz, seorang teman driver yang sempat melihat Affan terakhir kali sebelum tragedi terjadi.
Respons Instansi: Permintaan Maaf dan Janji Penanganan Tegas
Kepolisian & Pemerintah Daerah
- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara langsung menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga di RSCM, bahkan menitikkan air mata saat memeluk ayah Affan.
- Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri bertemu keluarga korban, menyampaikan duka cita, dan menegaskan bahwa proses pengusutan akan dilakukan secara transparan—tanpa pandang bulu.
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan Pemprov DKI akan memfasilitasi pemakaman Affan di TPU Karet Bivak.
Gojek (GoTo) & Komunitas Ojol
- Gojek (PT GoTo) menyampaikan duka cita, memberi dukungan berupa ambulans, autopsi, visum, serta santunan kepada keluarga Affan.
- Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan akan mengawal kasus ini agar diusut tuntas dan transparan.
- Komnas HAM mengecam insiden tersebut sebagai pelanggaran HAM dan mengerahkan tim untuk menyelidiki insiden ini lebih lanjut.
Gelombang Solidaritas dan Protes
Video insiden Affan yang viral memicu kecaman luas dan gelombang solidaritas. Ribuan driver ojol bergerak konvoi mengantar jenazah Affan hingga ke TPU, mencerminkan duka dan permintaan keadilan yang mendesak.
Media internasional menyoroti insiden ini dalam konteks kebrutalan aparat dan ketidakadilan yang terjadi di tengah demonstrasi menentang kenaikan pajak dan gaji DPR.
Rangkuman: Fakta dan Implikasi
Unsur | Detail |
---|---|
Korban | Affan Kurniawan, 21, pengemudi ojol, tulang punggung keluarga |
Kronologi | Sedang antar makanan, terjebak demo, terlindas rantis Brimob |
Lokasi | Pejompongan, Jakarta Pusat |
Tanggapan | Kapolri, Kapolda, Pemprov DKI, Gojek, Kompolnas, Komnas HAM bersuara |
Isu Sentral | Transparansi hukum, pertanggungjawaban aparat, hak asasi, keamanan publik |
Kesimpulan: Momentum Refleksi dan Reformasi
Kematian Affan Kurniawan mengungkap sisi tragis dari penanganan demonstrasi—terkadang aparat kekurangan kontrol dan mengabaikan keselamatan warga sipil, bahkan yang tidak terlibat seperti Affan. Tangisan keluarga dan kemarahan publik menuntut tidak hanya permintaan maaf, tetapi juga reformasi nyata: akuntabilitas, kebijakan penanganan massa yang manusiawi, dan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
Semoga tragedi ini menjadi titik balik dalam menyuarakan bahwa nyawa warga, termasuk mereka yang bekerja di tengah situasi genting, tidak boleh dianggap remeh.
0 Komentar