MAGETAN, Kupas.TV – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Magetan tahun 2026 berlangsung inspiratif. Sebanyak 300 siswa baru mendapatkan motivasi khusus melalui seminar bertajuk "Create Your Own Future (CYOF): Merancang Masa Depan Sejak Dini" yang berlangsung di aula sekolah setempat, Kamis (16/07/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga jam ini dihadiri
langsung oleh Kepala SMAN 1 Magetan, Dr. Aris Sudarmono, S.Pd., M.Pd., serta
jajaran tenaga pendidik. Kehadiran narasumber utama, Kapten Sar, Direktur YES
ACADEMY yang juga pakar otak kanan, menjadi magnet tersendiri bagi ratusan
siswa.
Pentingnya Merancang Masa Depan Sejak Dini
Dalam paparannya, Kapten Sar menekankan urgensi bagi siswa
untuk mulai merancang impian sejak dini di bangku sekolah. Ia menyoroti
fenomena tingginya angka pengangguran di Indonesia yang justru didominasi oleh
lulusan pendidikan. Hal ini terjadi karena banyak calon lulusan tidak dibekali
peta dan pemahaman mengenai jalan hidup sejak awal. "Banyak siswa yang
hanya menjalankan rutinitas sekolah tanpa visi yang jelas, sehingga mereka
terombang-ambing setelah lulus. Padahal, masa depan harus dirancang, bukan ditunggu,"
tegas Kapten Sar.
SMAN 1 Magetan: Kawah Candradimuka Para Pemimpin
Pada kesempatan tersebut, ditekankan pula bahwa SMAN 1
Magetan adalah "kawah candradimuka" yang telah terbukti melahirkan
banyak tokoh sukses di tingkat nasional. Lulusan sekolah ini telah menempati
berbagai posisi strategis, mulai dari Ketua KPK, pejabat KPU, dokter peneliti,
Bupati, hingga pejabat publik dan pengusaha nasional lainnya.
Oleh karena itu, siswa baru diminta untuk merasa bersyukur dan berbahagia dapat diterima di institusi pendidikan bergengsi ini. "Kalian berada di tempat yang tepat. SMAN 1 Magetan tidak hanya mendidik kalian untuk menjadi sekadar pengikut (followers), tetapi ditempa untuk menjadi pemimpin (leaders) masa depan," tambah Kapten Sar.
Metode Interaktif dan Menyenangkan
Kapten Sar, yang tercatat sebagai penerima 8 kali Rekor MURI
dan penulis buku Beyond Success Inspiration (BSI) serta Holistic Investment
Quotient (HIQ), membawa suasana seminar menjadi sangat hidup. Menggunakan
metode otak kanan yang interaktif, ia mengajak siswa terlibat dalam permainan
multimedia, yel-yel, hingga senam otak kanan yang memancing kreativitas dan
inovasi.
Peserta seminar tampak sangat antusias mengikuti setiap
instruksi. Metode experiential learning yang diterapkan membuat pesan tentang
pentingnya merancang masa depan tersampaikan dengan cara yang menyenangkan dan
membekas di ingatan siswa.
Jejak Langkah dari Desa untuk Dunia
Kapten Sar yang merupakan putra daerah asli Magetan
memberikan kesaksian hidup yang menyentuh. Ia berbagi kisah tentang masa
lalunya yang jauh dari kata mapan, bahkan sempat putus sekolah di kelas 3 SMA
karena kendala biaya. Namun, berkat keyakinan kepada Tuhan dan keteguhan untuk
merubah mindset, ia berhasil meniti karier sebagai pembicara internasional,
penulis, serta pengusaha sukses.
"Sukses adalah milik siapa saja yang yakin, percaya,
dan berani memperjuangkannya. Jika saya bisa menorehkan prestasi dan legacy
dari keterbatasan, saya yakin adik-adik di sini bisa jauh lebih hebat,"
ungkap Kapten Sar.
Resep Sukses STMJ
Sebagai bekal, Kapten Sar menitipkan resep "STMJ"
agar para siswa selalu memiliki energi positif:
·
1. S - SEMANGAT: Sebagai bahan bakar menuju
kesuksesan.
·
2. T - TOTALITAS: Memberikan hasil maksimal
dalam setiap hal.
·
3. M - MANDIRI: Membangun kemandirian sejak
dini.
·
4. J - JUJUR: Menjaga integritas sebagai
landasan utama.
Acara ditutup dengan sesi deklarasi, yel-yel semangat, dan
foto bersama. Sinergi ini diharapkan menjadi titik awal bagi siswa SMAN 1
Magetan untuk lebih percaya diri dalam menatap masa depan. (Red/**)



0 Komentar