Manokwari - Ikatan Keluarga Besar Yogyakarta (IKBY) MANOKWARI mengikuti acara Festival Budaya Pesona Nusantara #2 yang diselenggarakan di Manokwari City Mall bersama perwakilan paguyuban dari 15 daerah lainnya, Sabtu (1-8-2026).
Muhammad Subagyo Sugiarto selaku Ketua IKBY Manokwari mengungkapkan harapannya agar moment ini dapat dilaksanakan tiap tahun karena bermanfaat untuk memberikan kontribusi positif bagi UMKM perwakilan daerah yang menjadi peserta sekaligus menjadi ajang pertukaran budaya.
"Pada festival kali ini, IKBY MANOKWARI menampilkan gamelan Mataraman dengan peserta adalah anggota IKBY Manokwari." jelas Subagyo.
"Adapun yang menjadi menarik, banyak peserta adalah usia lansia dan masih pemula. Rata-rata peserta baru berlatih kurang dari 16 sesi dengan durasi sekitar 2 jam tiap sesi. Bahkan ada yang baru berlatih sekitar 4 sesi,"sambungnya.
Sebagaimana diketahui, gamelan sebagai salah satu warisan budaya dunia yang layak dilestarikan.
"Sistem pembiayaan untuk pelatihan ini adalah cost sharing antara paguyuban dengan peserta. Sebagai tanda kasih untuk pelatih, IKBY Manokwari mensupport penuh. Adapun biaya transportasi pelatih ditanggung gotong royong oleh Pengrawit (pemain Gamelan),"tegasnya.
Selain sukses menampilkan gamelan Mataraman sebagai performance sore ini, IKBY Manokwari juga menyedot perhatian saat pelatihan membatik di lokasi pameran dengan pola khas Papua,"sambungnya.
Tampak bahwa stand IKBY Manokwari juga menampilkan replika tugu Yogyakarta sebagai icon andalan, aneka gerabah tanah liat sebagai perkakas tradisional, baju adat Beskap Yogyakarta lengkap dengan blangko, keris, dan canela. Selain itu ada juga wayang serta congklak/dakon. Kuliner khas Yogyakarta andalan Gudeg dan Bir Jawa, tetap ditampilkan seperti biasa.
"Di stand Pamerti Budaya Catur Sagatra Manokwari yang bersebelahan dengan stand IKBY Manokwari, hari ini dilakukan pembagian buku gratis," tegas Subagyo, yang juga sebagai koordinator Pamerti Budaya Catur Sagatra wilayah Manokwari.
Selain itu tampak pula buku saku budaya berjudul "Sejarah Singkat Mataram Islam dan Busana Adat Jawa Mataraman" disediakan di stand Pamerti Budaya Catur Sagatra dan beberapa dibagikan secara gratis bagi pengunjung yang beruntung.
Adapun kuliner Yogyakarta dan Surakarta lainnya yang ditampilkan adalah dawet, ayam bakar cangkringan, jadah tahu tempe bacem, sosis solo, resol, aneka sate-satean khas angkringan, bakso Klaten, aneka jejamuan, sambel krecek,"sambungnya.
Terlihat pula penyerahan apresiasi dari Pamerti Budaya Catur Sagatra kepada aktivis pelestari budaya yang diserahkan oleh Management Manokwari City Mall.
"Mangayubagyo sampun ditindakaken Festival Budaya Pesona Nusantara," pungkasnya.
Dihubungi terpisah, Pengageng Pamerti Budaya Catur Sagatra Mataram Dr.(HC) R.M.B.Ariyanto S.Hadinagoro, S.Kom.,LL.M. menyatakan bangga dengan aktivitas dan kreativitas Seni Budaya yang tumbuh di Manokwari Papua Barat dan berharap kegiatan tersebut bisa ditiru daerah lain di Indonesia, khususnya diluar Pulau Jawa (*)


0 Komentar