Yogyakarta - Suasana meriah begitu terasa pada Pembukaan Pameran Tunggal Lukisan "Resonansi Jiwa" karya K.H.Maimun Thoha yang digelar di Jogja Galeri Yogyakarta, senin (14-9-2026).
Berbagai atraksi seni dan budaya ditampilkan antara lain penampilan hadrah santri Pondok Pesantren Al Falah Kencong, Jember, Jawa Timur.
Penampilan angklung dari Pecinta Budaya dan Busana Nusantara, tari Gendewa Pancawati oleh siswi SMP Negeri 2 Pleret Bantul Alya Salsabila Kansa dan organ tunggal penyandang tuna netra Syifa Ardianti Isyaputri turut meramaikan acara tersebut.
Seniman Yogyakarta Edi Sunaryo didaulat membuka event pameran tunggal yang menampilkan ratusan Lukisan karya K.H.Maimun Thoha.
Dalam sambutannya, K.H.Maimun Thoha menyatakan bahwa melukis bukan sekedar menciptakan karya seni yang bernilai rupiah. Namun lebih sebagai terapi untuk menyehatkan Jasmani dan Ruhani.
"Saya pernah sakit parah akibat diabetes, saking parahnya hingga saya mengalami kelumpuhan, hampir buta dan beberapa kali kehilangan kesadaran bahkan pernah mati suri. Namun ternyata melukis bisa menjadi terapi bagi saya untuk bangkit dan " hidup" lagi", papar K.H.Maimun Thoha.
Selain diisi pagelaran seni budaya , pembukaan Pameran Tunggal "Resonansi Jiwa" juga diisi Pemecahan Rekor ORI (Original Rekor Indonesia) dengan kategori "Pameran Tunggal Lukisan Lintas Media dan Lintas Aliran Terbanyak Di Indonesia".
Penyerahan Piagam Rekor dilakukan langsung Presiden ORI Guruh Santoso bersama Wakil Presiden ORI Brigjen Pol.Dr.Victor Pudjosdi, Sp.B.
Pembukaan Pameran dihadiri para tokoh agama, tokoh masyarakat , seniman dan Budayawan Yogyakarta antara lain K.H.Jadoel Maulana, K.H.Robert Nasrullah Gus Black dan lain sebagainya.
Pemangku Adat Pamerti Budaya Catur Sagatra Mataram Kanjeng Pangeran Ariya Wira Sentana Adiningrat Al Djawi juga nampak hadir dalam seremoni pembukaan Pameran Tunggal tersebut.
Kepada Pewarta, ia menyatakan bersyukur adanya Pameran unik ini, karena tidak sekedar menampilkan karya seni, namun juga menampilkan "ruh" dari semua karya seni yang dipamerkan.
Saya sering menghadiri Pameran Lukisan diberbagai kota, namun saya merasakan sesuatu yang berbeda dari semua Lukisan karya K.H.Maimun Thoha. Semua karyanya seolah "hidup" dan mengajak pengunjung "berbicara". Sang pelukis mampu memberikan "ruh" terhadap semua karyanya", ungkap Kanjeng Ariya.
Pameran Lukisan Tunggal " Resonansi Jiwa di Jogja Galeri akan berlangsung selama 10 hari, tsitsi tanggal 14 - 24 September 2026 dan terbuka untuk umum.





0 Komentar